STKIP PGRI Sumatera Barat

Masterplan Kampus III STKIP PGRI Sumatera Barat.

BAAK STKIP PGRI Sumatera Barat

Karyawan BAAK STKIP PGRI Sumatera Barat.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Arlo

Rabu, 05 Juli 2017

Tanah Datar Luncurkan Pilwanag Serentak 13 September

Batusangkar,  - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, meluncurkan pesta demokrasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwanag) secara serentak pada pada 13 September 2017.

"Pilwanag yang digelar serentak ini diharapkan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya, menjaga kekompakan, netralitas, dan hindari perpecahan," kata Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi saat peluncuran Pilwanag serentak di Batusangkar, Senin.

Bupati menyebutkan Pilwanag serentak hendaknya berlangsung secara profesional, tertib, jujur, demokratis sehingga menghasilkan pemimpin yang tidak memihak pada siapa pun.

Ia menyampaikan Pilwanag yang akan dilaksanakan ini merupakan salah satu agenda penting pemerintah daerah yang harus menjadi tanggung jawab bersama untuk menyukseskannya.

"Semua pihak harus menjaga ketertiban dan keamanan untuk melaksanakan pesta demokrasi ini, agar nantinya berjalan dengan lancar karena ini adalah tangung jawab serta beban kita bersama," katanya.

Sementara, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra mengharapkan pemerintah daerah hendaknya menggencarkan sosialisasi tahapan Pilwanag beserta peraturan daerahnya sehingga dapat dipahami semua pihak yang akan menggelar pesta demokrasi khususnya masyarakat dan calon wali nagari.

"Saat ini juga sudah dimulai tahapan pendaftaran bagi calon wali nagari yang akan ikut pemilihan," katanya.

Ia menyampaikan dalam Perda Pilwanag persyaratan calon wali nagari terdiri dari tidak terbatas domisili berdasarkan Keputusan MK Nomor 128/PUU-XIII-2015, tidak menjadi pengurus Parpol, tidak menjadi anggota atau pengurus organisasi terlarang.

Kemudian, tidak pernah dihukum sepanjang adat dan syarak karena melakukan pelanggaran adat dan syarak, bersedia tinggal di nagari, bisa membaca Al Quran, memahami secara umum adat salingka nagari dan diketahui oleh kepala kaum.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Tanah Datar, Adrion Nurdal menyampaikan tahun ini sebanyak 54 nagari dari 75 nagari akan menggelar Pilwanag serentak.

Ia menjelaskan untuk pendaftaran bakal calon wali nagari dapat dilakukan oleh perseorangan atau lembaga unsur Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan Pemuda, yang hanya dapat mengusulkan satu orang bakal calon wali nagari. (Sumber:antarasumbar)

107.378 Orang Kunjungi Istano Pagaruyung Selama Lebaran

Batusangkar, - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 107.378 orang mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung selama libur Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Selama libur Lebaran, 24 Juni sampai 2 Juli 2017, kita mencatat wisatawan yang berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung sebanyak 107.378 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar, Edisusanto di Batusangkar, Selasa.

Ia menyebutkan jumlah kunjungan tersebut meningkat sekitar 14,2 persen atau 13.313 orang bila dibandingkan kunjungan libur Lebaran pada 2016 sebanyak 94.065 orang.

Edisusanto menjelaskan puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Rabu (28/6) sebanyak 18.334 orang, Kamis (29/6) sebanyak 17.360 orang, Jumat (30/6) sebanyak 12.215 orang, Sabtu (1/7) sebanyak 12.606 orang, dan Minggu (2/7) sebanyak 9.111 orang,
"Wisatawan ini berasal dari para perantau yang pulang basamo se-Nusantara, masyarakat di kabupaten dan kota di Sumbar, provinsi tetangga, turis asing, dan masyarakat setempat," katanya.

Selama libur Lebaran, pihaknya menambah personil untuk melayani wisatawan dan menghimpun keluhan dari para pengunjung serta dibantu puluhan personil Brimob Polda Sumbar untuk pengamanan objek vital negara tersebut.

"Pelayanan dan pengawasan yang kita lakukan adalah tarif parkir yang dikenakan petugas, harga makanan oleh pedagang agar tidak terlalu tinggi, tindakan pemalakan, dan pelayanan petugas di objek wisata," katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Saidani mengatakan mendukung upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Istano Basa Pagaruyung yang merupakan destinasi utama pariwisata Sumbar dan kebanggaan masyarakat Tanah Datar.

"Keberadaan Istano Basa Pagaruyung mampu memberi dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Berbagai usaha masyarakat tumbuh, di antaranya kuliner, souvenir, jajanan ringan, termasuk parkir dan jasa fotografi," katanya.

Untuk itu, Ia berharap masyarakat yang berusaha di sekitar Istano Basa Pagaruyung dapat menjaga kenyamanan dan memberi pelayanan terbaik kepada pengunjung.

"Kalau hal ini tidak dijaga, yang rugi tentunya masyarakat Tanah Datar termasuk masyarakat yang menggantungkan hidupnya di lingkungan Istano Basa Pagaruyung," katanya. (Sumber: antarasumbar)

Kamis, 20 April 2017

Tak Ada Jalan, Jembatan Bukit Tamasu Terbaikan

Kondisi jembatan Bukik Tamasu Nagari Balimbing, Tanah Datar kian kabur, karena tiadanya anggaran untuk pembangunan jalan didua arah tahun ini.

Pembangunan jembatan yang sejatinya menghubungkan Tanah Datar dengan Bukik Kanduang, Kabupaten Solok telah selesai, namun nyaris tak berfungsi bertahun-tahun.

Akibat jalur dari arah Bukit Kanduang tidak dilanjutkan pembangunannya, sementara dari arah Balimbing telah ada jalan, namun tidak sebanding dengan lebarnya jembatan.

Kedua Pemkab terlihat membiarkan kondisi demikian dan hanya menunggu Pemprov untuk melaksanakannya.

“Semestinya kedua Pemkab proaktif untuk melanjutkan pembangunnya, setidaknya mendesak Pemprov untuk melanjutkan pembangunannya,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Dt. Intan Bano.

Saat ditemui di Batusangkar, Minggu (26/3) kemarin, Politisi Partai Demokrat ini mengatakan pembangunan jembatan ini bermaksud agar jalur pada dua kabupaten ini bisa menjalan jalan strategis provinsi.

Saat itu, lanjutnya, diperjuangkan secara multiyear pembangunan jembatannya, namun karena berstatus jalan strategis, kelanjutan pembangunan jalan belum dianggarkan karena tentu anggaran untuk jalan provinsi diutamakan.

“Dalam kondisi demikian diharapkan adanya inisiatif dari kedua kabupaten untuk pro aktif ke provinsi, atau kalau ada anggaran bisa dari APBD kabupaten itu,” tandas Arkadius.

Ia menyadari dalam kondisi demikian nasib jembatan itu tak berfungsi dan terabaikan. Untuk itu ia dalam waktu dekat bakal berkunjung ke jembatan Bukik Tamasu. Jembatan megah Bukik Tamasu tak berfungsi akibat tak adanya anggaran untuk pembangunan jalan dua arahnya. 


Sumber : http://hariansinggalang.co.id/tak-ada-jalan-jembatan-bukit-Tamasu-terbaikan/

Jumat, 14 April 2017

Pemkab Tanah Datar Dorong Generasi Muda Hafizd Al Quran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, mendorong generasi muda daerah itu untuk menjadi penghafal (hafizd) Al Quran.

"Orang yang hafizd atau hafal Al Quran, berdasarkan penelitian para ahli terbukti mempunyai pemikiran dan kepintaran melebihi orang yang tidak hafizd," kata Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi usai melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Raya Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Jumat.

Ia menyebutkan untuk menghafal dan membaca Al Quran dibutuhkan konsentrasi fikiran dan pemahaman bacaan yang tinggi sehingga merangsang otak bekerja, dan faktor inilah yang membuat orang menjadi pintar.

"Disamping itu, orangtua yang rajin membaca Al Quran jarang yang pikun di usia tuanya. Itulah salah satu khasiat dan keuntungan membaca Al Quran," katanya.

Ia menjelaskan Tanah Datar mempunyai visi dan misi menjadikan kabupaten yang madani, berbudaya dan sejahtera.

"Pemerintah daerah terus berupaya melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan seperti Shalat Subuh dan Maghrib Berjamaah, mendorong pembangunan Pondok Tahfizd dan Program Jumat Bersih, serta reward bagi siswa yang hafizd Al Quran mulai dari satu sampai 30 juz," katanya.

Ia menyampaikan pada 2017 ini reward kepada anak-anak yang hafizd Al Quran akan diikutkan dalam kegiatan studi banding internasional ke negara Malaysia dan yang paling banyak hafizd diberi reward Umrah ke Tanah Suci Makkah.

"Saya mengimbau para orangtua untuk mendorong anak-anaknya untuk bisa hafizd Al Quran, karena dapat menjauhkan anak kita dari perbuatan dosa, sekaligus menjadi benteng dari pengaruh luar yang akan merusak aqidah dan moralnya," katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Batu Taba, Basrizal mengapresiasi program keagamaan yang dibuat pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan masyarakat Tanah Datar yang madani.

"Mari bersama kita wujudkan Tanah Datar yang madani berlandaskan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah," katanya.

Ia menyebutkan bahwa masyarakat bersama pemerintah daerah bertekad akan menyelaraskan antara pembangunan fisik dan mental serta akhlak berdasarkan nilai-nilai Islam, adat dan budaya.

Sumber : http://www.antarasumbar.com/berita/201991/pemkab-tanah-datar-dorong-generasi-muda-hafizd-al-quran.html

Kamis, 13 April 2017

Bangun Karakter sejak Awal Kuliah

Pembangunan karakter generasi muda melalui perguruan tinggi menjadi hal penting bagi STKIP PGRI Sumbar. Nah, guna meningkatkan mutu yang berimplikasi pada pembangunan karakter lulusannya, pihak STKIP PGRI mengundang staf pengajar dari Da-Yeh University Taiwan, Prof Dr Mei-Ling Chen PhD dan Prof Dr Show-Luan Tasy PhD memberikan kuliah umum di kampus STKIP PGRI, kemarin.
Menurut Mei-Ling Chen, pembangunan karakter mahasiswa di Da-Yeh University itu dimulai saat tahun pertama mereka masuk kuliah.
”Sesungguhnya, pembinaan karakter mahasiswa itu sudah dibuat kampus saya sebelum mereka masuk. Pembentukan karakter itu kami satukan dalam kurikulum kuliah, sehingga bisa sama-sama jalan,” ungkap Mei-Ling Chen saat memberikan kuliah umum pada mahasiswa dan dosen STKIP PGRI Sumbar, di aula kampus tersebut.
Untuk diketahui, sebut Mei-Ling, tahun 2011 Da-Yeh University merupakan universitas nomor 1 di Asia. Sejalan dengan keberadaannya, Da-Yeh kemudian menawarkan program yang cukup menarik yaitu kuliah sekaligus belajar bahasa Mandarin yang tidak menghabiskan waktu lebih dari 4 tahun untuk lancar berbahasa Mandarin sekaligus mendapat gelar S-1.
Kenapa memilih Taiwan dan Da Yeh University? Menurut Mei-Ling, tidak lain karena ada beberapa keuntungan yang diberikan pada mereka yang belajar di universitas itu. Di antaranya, Taiwan tempat aman dibandingkan China.
Lalu, biaya sekolah di Taiwan jauh lebih terjangkau dari China. Selanjutnya, orang Taiwan sangat ramah dan suka membantu. ”Menariknya lagi, bahasa Mandarin Taiwan jauh lebih halus dari China, dan kuliah di Taiwan lebih menghemat waktu,” beber Mei-Ling.
Sejalan dengan itu, jelasnya, Da-Yeh University membuat pola pendidikan lebih baik. Yakni, bila ada 30 persen lebih mahasiswa dalam satu kelas yang nilainya kurang, maka pihak universitas meminta para dosen mengulang mata kuliah yang pernah diadakannya pada mahasiswa.
”Tidak cuma itu, kami pun menerapkan sistem evaluasi mahasiswa terhadap dosen pengacara sekali tiga bulan. Tujuannya, agar mata kuliah yang mereka dapatkan dari dosen benar-benar berguna bagi mahasiswa,” tukas Mei-Ling.
Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia menyebutkan, kuliah umum yang diberikan dosen dari iniversitas trrnama di Taiwan itu guna memotivasi dan menyemangati mahasiswa dan staf pengajar STKIP PGRI mau melanjutkan studinya. 
”Bagi dosen, kuliah umum ini untuk membuka wawasan mereka bagaimana cara membangun karakter mahasiswa melalui pendidikan. Sedangkan bagi mahasiswa ditujukan untuk memberikan pencerahan bagaimana pembangunan karakter yang dilakukan sebuah perguruan tinggi luar negeri,” jelas Zusmelia.
Sedangkan Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP PGRI, Sri Imelwati mengatakan, kuliah umum ini menjadi agenda rutin STKIP PGRI. Di mana, setiap permulaan semester selalu diadakan kuliah umum. (*)

Orang Sukses Suka Berorganisasi

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo menyebut, agar bisa sukses diperlukan bekal. Tidak saja bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu berorganisasi.


"Orang yang sukses umumnya suka berorganisasi," ucapnya saat membuka kegiatan Kreatifitas Remaja Nagari (Keren) 2 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling STKIP PGRI Sumbar, di aula kampus tersebut, Jumat (10/3).

Walikota menceritakan bahwa pemimpin yang ada di Indonesia pada umumnya suka berorganisasi saat masih muda.

"Setiap pemimpin yang ada di negara ini pada mudanya dulu suka bermasyarakat dan berorganisasi," tukas walikota.

Karena itu walikota mengajak seluruh mahasiswa STKIP PGRI Sumbar untuk terjun berorganisasi. Apalagi pihak perguruan tinggi telah membuka ruang bagi mahasiswa dengan memfasilitasi organisasi yang ada.

"Rugi jika mahasiswa tidak ikut berorganisasi, karena itu bekal masa depan," katanya.

Di sisi lain Mahyeldi sangat mengapresiasi kegiatan Keren 2 yang digelar Hima BK STKIP PGRI Sumbar. Menurutnya, kegiatan ini dapat mengkolaborasikan antara senior dengan junior.

"Tentunya kegiatan ini menjadi modal sukses dalam membangun bangsa dan budaya," terangnya.

Sementara, Wakil Ketua III STKIP PGRI Sumbar, Jarudin menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Hima BK. Kegiatan tersebut tidak saja diikuti mahasiswa tetapi juga para siswa sekolah setingkat SLTA sederajat.

"Terimakasih kepada Bapak Walikota dan seluruh panitia sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," paparnya.

Pada kesempatan itu dilakukan pengguntingan pita tanda dibukanya kegiatan KEREN 2. Selain itu juga diserahkan bantuan bagi korban banjir di Pangkalan Kabupaten 50 Kota dari KSR PMI Unit STKIP PGRI Sumbar kepada Walikota Padang. Bantuan bagi korban banjir ini kemudian diserahkan ke PMI Kota Padang yang diterima Sekretaris PMI Padang Yurnaldi Didid dan kemudian disalurkan kepada korban banjir.

STKIP PGRI Sumbar Wisuda 981 Lulusan

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (STKIP) PGRI Sumbar kembali mewisuda 981 lulusannya sekaligus Dies Natalis ke-33, Sabtu (8/4). Prosesi wisuda ke-54 ini diadakan selama dua hari, yakni Sabtu (8/4) dan Minggu (9/4) di Convention Centre STKIP PGRI Sumbar.
Adapun 981 mahasiswa yang diwisuda itu terdiri dari Pendidikan Matematika 148 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 155 orang, Bimbingan Konseling 78 orang, Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia 142 orang, Pendidikan Fisika dua orang, Pendidikan Biologi 144 orang, Pendidikan Sejarah 35 orang, Pendidikan Geografi 80 orang, Pendidikan Sosiologi 94 orang, dan Pendidikan Ekonomi 143 orang.
Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia berpesan agar wisudawan tetap membina hubungan baik dengan almamater dan menanamkan rasa bangga dengan menjadi lulusan dari STKIP PGRI Sumbar. Zusmelia juga menekankan agar para wisudawan dapat menjaga nama baik STKIP PGRI Sumbar.
“Tahun ini, 90% program studi (prodi) sudah berakreditasi B. Dan untuk mencapai akreditasi A, kami sudah membentuk unit hubungan internasional dengan mengurus akademik dan ekstrakurikuler dengan pihak luar. Selain itu akan dibuka 3 prodi baru, yaitu Pendidikan IPS, Pendidikan PKN, dan Pendidikan Akutansi,” jelas wanita alumni Ilmu Tahah Unand itu.
 Zusmelia juga mengatakan, hingga tahun 2017 ini, banyak prestasi dan kemajuan yang dilakukan STKIP PGRI Sumbar. Salah satunya naik peringkat di bidang riset menjadi peringkat satu dengan memperoleh dua bintang emas. “Itu menunjukkan kita mampu bersaing dan berkompetisi secara nasional,” ucapnya. 
STKIP PGRI Sumbar juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri, yakni China, Korea, Taiwan, dan Jepang. Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Padang Sumbar, Dasrizal mengaku bangga atas torehan prestasi yang sudah diraih.
“Insya Allah, dua bulan lagi STKIP PGRI Sumbar akan berubah menjadi IKIP PGRI Sumbar,” pungkasnya. (*)